Eiffel-Tower

Eiffel-Tower

Senin, 25 Juli 2011

APLIKASI HEXA MUSIKAL RI-MA


Tentu banyak orang yang tertarik dan menyukai musik. Hal tersebut dapat kita lihat dari besarnya omset penjualan tiket pada konser-konser musik. Meskipun dengan price yang relatif mahal dan tergolong kebutuhan tersier akan tetapi tiket-tiket konser musik tersebut laris terjual dalam waktu yang cukup singkat. Selain itu, antusiasme masyarakat terhadap musik juga dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang memadati tempat berlangsungnya konser-konser musik baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Hal itu menunjukkan signifikansi musik terhadap banyak orang.
            Dalam hal membina hubungan persahabatan RI dan Maroko, dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa konsep musik yang saya populerkan dengan nama “hexa musikal RI-Ma” yaitu penerapan enam konsep musik terhadap hubungan persahabatan antara RI dengan Maroko agar tercipta hubungan persahabatan yang dinamis dan inovatif sehingga dapat berlangsung dalam kurun waktu yang lama dan memberikan sumbangsi yang bermanfaat bagi kelangsungan pertumbuhan di berbagai sektor, baik pada sektor sosial-budaya, pendidikan, ekonomi, politik, pertahanan-keamanan dan sektor-sektor lainnya.
Adapun hexa musikal RI-Ma  yang akan diaplikasikan untuk membina hubungan persahabatan RI dengan Maroko yaitu :
Pertama, dalam dunia musik terdapat konsep ritme atau pengaturan bunyi agar tidak terdapat nada sumbang pada setiap karya yang dihasilkan. Dengan menganalogikan konsep ini, kita dapat menjaga keharmonisan hubungan persahabatan antara RI dengan Maroko dengan cara menetapkan kesepakatan yang bersifat mengikat sehingga apapun bentuk dari kerja sama dilakukan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berguna bagi kedua negara. Tujuan dari ditetapkannya kesepakatan antara kedua negara yaitu agar terjadi komunikasi dua arah agar memberikan kesempatan kepada kedua negara untuk mengaspirasikan visi dan missi masing-masing.
Kedua, suara yang bersifat abstrak ditransformasikan kedalam bentuk tulisan yang lebih dikenal dengan notasi musik. Dengan kata lain, kesepakatan yang telah dibuat oleh kedua negara tentunya dapat dibuat secara tertulis atau hitam diatas putih agar dapat dijadikan pedoman yang syah secara hukum dalam pelaksanaan kerja sama yang akan dibina antara RI dengan Maroko.
Ketiga, musik merupakan bagian seni yang memiliki nilai etika dan estetika agar tercipta keselarasan sehingga menghasilkan karya yang memiliki nilai seni dan disenangi oleh khalayak ramai. Seperti halnya musik, hubungan persahabatan RI dengan Maroko selain diiringi dengan berbagai aturan yang telah ditetapkan agar tercipta keharmonisan, hendaknya juga mengindahkan khasanah bangsa tentang nilai moral dan keluhuran budaya yang terdapat dari masing-masing negara.
Keempat, musik memiliki unsur timbre. Timbre atau kualitas suara yang membedakan antara seseorang dengan orang lain, dapat pula diaplikasian berupa karakteristik suatu negara yang menjadi cirri khas negara tersebut. Untuk membina hubungan persahabatan antara RI dengan Maroko dirasakan perlu untuk tetap memegang teguh karakteristik masing-masing negara, tujuannya agar setiap warga negara tetap memiliki jati diri sehingga dapat tetap memiliki kesempatan untuk menunjukkan eksistensinya dalam dunia internasional.
Kelima, musik terdiri dari berbagai rangkaian jenis yang beragam. Jenis musik yang variatif memungkinkan berbagai kalangan untuk dapat menikmati musik sesuai dengan jenis musik yang digemarinya. Begitu juga dengan hubungan persahabatan RI dengan Maroko diharapkan mencakupi berbagai aspek kehidupan agar seluruh warga negara dari kedua belah pihak dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan kerja sama yang akan dilakukan nantinya.
Keenam, nada yang berbeda kerap menghiasi berbagai karya yang dihasilkan, perbedaan-perbedaan nada dirangkai menjadi melodi sehingga terciptalah suara yang merdu dan disenangi banyak orang. Konsep ini mengisyaratkan bahwa perbedaan-perbedaan yang apabila dipadu padankan secara tepat dapat mengahasilkan sesuatu yang berguna dan disenangi oleh berbagai pihak. Hal tersebut menunjukkan bahwa apabila kita melihat dari sudut pandang yang berbeda maka berbagai perbedaan bukanlah penghalang untuk membina hubungan kekerabatan. Justru dengan perbedaan itu akan memberikan variasi tersendiri bahkan dengan berbagai perbedaan dapat menjadi bentuk komplementer yang akan menjadi senjata tangguh bagi kelangsungan hubungan persahabatan RI dengan Maroko.
Dari konsep hexa musical RI-Ma diatas, dapat ditarik suatu kesimpulan yaitu untuk membina hubungan persahabatan antara RI dan Maroko perlu dibuat kesepakatan kesepakatan yang didalamnya memuat aturan-aturan yang mengikat secara tertulis dengan tujuan sebagai acuan untuk melaksanakan apapun bentuk kerjasama yang akan dibuat. Selain itu, kepada setiap warga negara dihimbau agar tetap menjaga karakteristik bangsa agar tidak kehilangan jati dirinya sehingga dapat mempertahankan eksistensinya di dunia internasional. Seperti kita ketahui, RI dan Maroko nantinya akan memiliki berbagai perbedaan dari segala bidang, akan tetapi alangkah bijaknya jika kita menanggapi perbedaan itu sebagai suatu yang positif karena dengan perbedaan kita akan menemukan inovasi-inovasi yang akan menjadi warna baru di dunia internasional.